DRAFT

Delegate

Rio Draft

Jangan takut untuk mengakui orang lain itu lebih hebat dari kita. Jangan malu untuk mengadopsi budaya lama yang baik. Semua itu titipan. Kalau bersama itu lebih unggul, kenapa maunya menang dan hebat sendirian? Dalam film China's Capitalist Revolution, Deng Xiaoping berujar bahwa paradigma kekinian itu berubah standar, jika ada satu orang yang sukses, maka seluruh masyarakat harus sama suksesnya.

Tuhan juga sudah menyuruh untuk saling menyeru kepada jalan Tuhan dengan cara yang hikmah (yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah) dan dengan pelajaran yang baik dan dengan bantahan yang baik pula. Untuk sebuah perbuatan yang baik saja Tuhan menyuruhnya dalam kesalingan, kebersamaan, dan kepercayaan.

Percaya kepada seseorang yang menurut pandangan kita belum mampu itu memang sulit, tapi bukan berarti kemudian kita membuangnya karena kebelumpantasannya. Dan pandangan manusiawi itu bisa salah bisa benar. Tidak ada salahnya untuk dicoba bukan? Seperti ketika kita melamar pekerjaan. Kadang kita menjumpai persyaratan yang memberatkan: "Pengalaman kerja minimal 5 tahun."

Lalu kemudian pertanyaan yang sering terlontar adalah di manakah saya bisa mendapatkan pengalaman jika semua tempat kerja mengharuskan saya memiliki pengalaman kerja sebelumnya?

Bukankah ini menyesatkan?

Ternyata di dalam perusahaan pun memiliki budaya 'kesesatan' yang sama. Seorang atasan enggan memberikan kepercayaan lebih kepada bawahannya. Padahal kesempatan itu sangat dibutuhkan karyawan/bawahan untuk bisa lebih meningkatkan kapasitasnya, mengasah kemampuan dirinya, bahkan mengunggulkan kualitas personalnya. Budaya intrapreneur yang langka ini harus mulai ditumbuhkembangkan sebagai budaya organisasi moderen (horisontal/new wave).

Sudah bukan masanya lagi berorganisasi dengan cara-cara tradisional (vertikal/legacy). Seperti pepatah Jawa 'Kebo nyusu Gudhel'. Sebuah ungkapan filosofi masyarakat Jawa yang berarti orang tua yang menimba ilmu pada orang yang lebih muda karena belum tentu orang dewasa lebih benar dalam bersikap dan bertindak.

Bagaimana menurutmu?


Dikutip dari status Facebook mas Adit

Picture of Rio

Rio

Secangkir bintang yang sengaja dinaskahkan agar tetap hidup, sampai sisa waktu yang ada menjadikannya sejarah.